Channel Pers

Warga Protes Kebisingan Alat Berat Dan Datangi Kantor PT PUL Tengah Malam



Luwu Timur, Channelpers.com - Belum selesai permasalah terkait AMDAL, dan Uang Debu yang diperotes oleh masyarakat, kembali sejumlah warga mendatangi kantor PT PUL pada malam hari sebagai bentuk protes terhadap aktivitas alat berat yang dinilai melanggar komitmen perusahaan terkait pembatasan jam operasional.

Aksi ini dipicu oleh kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas alat berat, seperti mesin pemecah batu (chipping) dan ekskavator, yang masih beroperasi di atas pukul 22.00 WITA, bahkan hingga sekitar pukul 24.00 WITA.

Padahal sebelumnya, pihak perusahaan telah berkomitmen untuk membatasi penggunaan alat berat yang berpotensi menimbulkan kebisingan maksimal hingga pukul 22.00 WITA.

Warga Perumahan Green Residen serta masyarakat yang bermukim di sepanjang jalan yang berbatasan langsung dengan area aktivitas penambangan PT PUL mengaku sangat terganggu dengan suara bising tersebut, terutama pada malam hari saat waktu istirahat.

Salah satu warga sempat menghubungi Kepala Desa Ussu, Rahmat Aldin, untuk meminta agar pihak perusahaan segera ditegur. Namun, hingga beberapa jam setelahnya, aktivitas alat berat masih terus berlangsung.

Merasa tidak ada respons cepat, warga akhirnya berinisiatif mendatangi langsung kantor PT PUL guna menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada pihak manajemen.

Dalam aksi tersebut, warga turut didampingi oleh sejumlah kader Pemuda Pancasila, termasuk Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila yang Juga Sekertaris LSM Lira Lutim, Suardi, S.AN ., Asisten I (Bidang Organisasi) Lsm Lira Lutim, Sofyan,ST., bersama Sekertaris MPC Pemuda Pancasila Lutim.

Lanjut, Perwakilan warga menegaskan agar pihak PT PUL segera mematuhi komitmen yang telah disepakati, khususnya terkait penghentian aktivitas alat berat yang menimbulkan kebisingan di atas pukul 22.00 WITA.

Keluhan warga diterima langsung oleh perwakilan manajemen PT PUL, Hanif, dari pihak eksternal perusahaan. Ia menyampaikan bahwa laporan tersebut akan segera diteruskan kepada pihak operasional. “iya Nanti kami sampaikan ke pihak operasional untuk menghentikan pekerjaan yang menimbulkan suara bising,” ujarnya.

Dan Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan pihak perusahaan dapat lebih menghargai kenyamanan serta waktu istirahat masyarakat di sekitar area operasional.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama