Channel Pers

Pemanfaatan Sungai Larona untuk Air Bersih Malili Jadi Sorotan RDP Komisi III DPRD Lutim, PT Vale Diminta Berkolaborasi



Luwu Timur, Channelpers.com -  Di tengah melimpahnya potensi sumber daya air, Kabupaten Luwu Timur justru menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, khususnya bagi masyarakat di kawasan perkotaan Malili.

Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia Tbk dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Selasa (6/10/2026).

Dalam rapat tersebut, salah satu isu yang dibahas adalah peluang pemanfaatan air Sungai Larona sebagai salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di Kota Malili.

Luwu Timur sendiri memiliki dua danau besar dan sejumlah sungai yang menjadi potensi sumber daya air. Namun, potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara optimal agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, pembangunan tiga bendungan oleh PT Vale Indonesia Tbk yang berkaitan dengan kebutuhan operasional industri turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Pemanfaatan sumber daya air untuk kebutuhan industri dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Badawi Alwi, mengatakan pertumbuhan penduduk di Kota Malili yang berada pada kisaran 1,07 hingga 1,47 persen per tahun berpotensi meningkatkan kebutuhan air bersih ke depan.

“Pertumbuhan penduduk 1,07 persen sampai 1,47 persen per tahun belum terhitung jika kawasan industri sudah berjalan. Otomatis pertambahan penduduk semakin banyak dan pasti diiringi dengan kebutuhan air bersih yang semakin besar,” ujar Badawi Alwi usai mengikuti RDP, Selasa (6/10/2026).

Menurut Badawi, kebutuhan air bersih masyarakat saat ini sudah cukup tinggi, bahkan mencapai lebih dari 100 liter per orang setiap hari.

Karena itu, ia menilai persoalan ketersediaan air bersih perlu diantisipasi sejak dini. Pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan di Malili harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur serta sumber air baku yang memadai.

Salah satu opsi yang menurutnya perlu dikaji adalah pemanfaatan Sungai Larona sebagai sumber air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat.

Namun, pemanfaatan tersebut, kata dia, harus dilakukan melalui kajian teknis yang matang dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan sumber daya air, serta kepentingan masyarakat.

“Kita berharap ada kolaborasi antara PT Vale, PDAM, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan DPRD untuk memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya bagi masyarakat Kota Malili,” harapnya.

Badawi menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama mencari solusi jangka panjang, termasuk mengkaji potensi Sungai Larona dan sumber air lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan potensi sumber daya air yang dimiliki Luwu Timur, DPRD mendorong adanya pengelolaan yang terencana dan berimbang. Kebutuhan industri tetap dapat berjalan, namun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih juga harus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.

Channelpers.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama