Channel Pers

Utusan Iran Untuk PBB: Dewan Keamanan PBB Harus Bertindak Dengan Tegas, Jelas, dan Tanpa Ambiguitas Terkait Serangan Militer Yang Dilancarkan AS dan Israel



Luwu Timur, Channelpers.com -Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) "harus bertindak dengan tegas, jelas, dan tanpa ambiguitas" terkait serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, demikian disampaikan Amir Saeid Iravani, perwakilan tetap Iran untuk PBB, pada Senin (2/3).
   
Dilansir dari China Xinhua News, Dalam pernyataannya kepada pers, Iravani mengatakan bahwa AS, dengan koordinasi penuh bersama Israel, melancarkan serangan militer "kedua yang disengaja dan tanpa provokasi" terhadap Iran, yang merupakan "tindakan agresi terkalkulasi."
   
"Kota-kota besar dan area sipil yang padat penduduk menjadi sasaran. Ratusan warga sipil tak bersalah kehilangan nyawa, dan lebih banyak lainnya mengalami luka-luka," katanya.
   
"Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB ... yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara mana pun," ujar Iravani.
   
"Ini adalah serangan langsung terhadap dasar-dasar hukum internasional," lanjutnya. "Fakta-faktanya jelas. Agresinya jelas. Tanggung jawabnya juga jelas."
   
Menyebut AS dan Israel dengan sengaja menyasar pemimpin tertinggi serta banyak pejabat tinggi militer Iran, Iravani mengatakan bahwa menyasar pejabat tertinggi dari sebuah negara anggota PBB yang berdaulat merupakan "pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan serangan langsung terhadap kesetaraan kedaulatan."
   
"Perilaku semacam itu membahayakan seluruh sistem internasional," ujarnya.
   
Iravani juga menuduh AS dan Israel telah "dengan sengaja menyasar warga dan infrastruktur sipil," yang mengakibatkan kematian 165 siswi di sebuah sekolah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, seraya mengatakan bahwa "tindakan-tindakan ini merupakan agresi. Ini merupakan kejahatan perang. Ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan."
   
"PBB tidak boleh tetap diam. Pertanggungjawaban bukanlah pilihan," kata Iravani, menambahkan bahwa "Dewan Keamanan harus bertindak tegas, jelas, dan tanpa ambiguitas."
   
Dia menekankan tidak ada ancaman yang bersifat mendesak dari Iran, program nuklirnya sepenuhnya bersifat damai, dan bahwa negara tersebut sedang terlibat dalam negosiasi diplomatik serius.
   
Kendati demikian, "untuk kedua kalinya, AS memilih kekuatan dibandingkan diplomasi dan melanggar Piagam PBB. Tidak ada dasar hukum yang membenarkan serangan ini," ungkapnya.
   
"Iran sedang menjalankan hak inherennya untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB," dan responsnya bersifat "sah, diperlukan, dan proporsional" dengan hanya menyasar objek militer dari pasukan musuh, tutur Iravani.
   
"Iran tidak menginginkan perang. Iran tidak menginginkan eskalasi, tetapi Iran tidak akan menyerahkan kedaulatannya," tegasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama