Channel Pers

Massa Bakar Kantor Site Office PT Raihan Catur Putra Di Morowali



Luwu Timur, Channelpers.com -Tersulut isu kabar aktifis Arlan Dahri diculik dan dibunuh PT Raihan catur putra (RCP) dibakar massa mayoritas perempuan di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Isu yang tak pernah terkonfirmasi berubah menjadi amarah kolektif. Sabtu malam, 3 Januari 2026, sekitar pukul 21.01 WITA.

Puluhan warga mayoritas perempuan menggenggam obor dan menyerbu Kantor Site Office PT Raihan Catur Putra (PT RCP) di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Malam itu, kantor perusahaan tambang itu berakhir jadi sasaran pelampiasan emosi,
Sekitar 50 orang datang beramai-ramai. Mereka mencari satu nama, Teguh, karyawan PT RCP yang menjabat sebagai external relation officer.

Tujuannya bukan sekadar bertanya, melainkan mengadili. Massa terhasut kabar bahwa Arlan Dahrin, warga Desa Torete, telah diculik dan dibunuh.

Pertama kali datang ke kantor RCP untuk mencari Teguh salah seorang ext relation officernya RCP dengan maksud untuk diadili karena mereka terhasut bahwa Arlan telah di culik dan di bunuh” ungkap General Manager Non Technical PT Raihan Caturputra, Wahyu Prasetiyo, saat dikonfirmasi Senin 5 Januari 2026

Teguh tak ditemukan. Situasi pun meledak. Amarah massa berubah menjadi api yang melalap bangunan kantor perusahaan,
Mereka cari teguh tidak ketemu kemudian membakar kantor RCP” jelas Wahyu

Pembakaran itu diduga berkaitan dengan penangkapan Arlan Dahrin oleh kepolisian. Namun aparat dan pihak perusahaan menegaskan, penangkapan tersebut tak ada hubungannya dengan aktivitas pertambangan PT RCP.

Belum puas, sekelompok ibu-ibu yang masih membawa obor kemudian bergerak menuju Polsek Bungku Selatan, yang lokasinya tak jauh dari kantor PT RCP. Massa menerobos masuk ke area mapolsek. Ketegangan sempat meningkat sebelum akhirnya diredam aparat setempat.

Wahyu menegaskan, perkara Arlan murni persoalan personal dan tidak terkait dengan operasional perusahaan tambang.

Penjelasan serupa disampaikan
Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain. Dalam keterangannya yang beredar di media sosial, ia menyebut pembakaran kantor PT RCP dipicu provokasi terkait penangkapan tersangka kasus diskriminasi suku dan etnis.

Kejadian ini berawal dari adanya penangkapan terhadap saudara Arlan yang merupakan tersangka diskriminasi suku dan etnis yang telah dipanggil dua kali masih mangkir kemudian dilakukan upaya penjemputan dan pada saat penjemputan yang bersangkutan berada di wilayah RCP” Kata Kapolres Morowali

Menurut Zulkarnain, informasi yang menyesatkan sengaja disebarkan untuk memancing kemarahan warga.

Jadi ada indikasi penghasut dan informasi yang salah kepada masyarakat, terprovokasi Hingga melakukan pembakaran diwilayah RCP." ujar Zulkarnain

Kapolres menegaskan, proses hukum terhadap Arlan tetap berjalan sesuai aturan.

Arlan kami proses sesuai dengan ketentuan pasal yang dilanggar terkait masalah diskriminasi etnis dan dan suku kemudian kami koordinasi dengan JPU terkait masalah ini” katanya

Ia juga berjanji membuka penanganan kasus ini secara terbuka kepada publik.

Zulkarnain menegaskan, kepolisian tak akan berhenti pada pelaku lapangan. Aparat memburu aktor intelektual di balik pembakaran kantor PT RCP.

Dan untuk pelaku pembakaran negara harus hadir kami akan tegas menindak pelaku pelaku yang menyebabkan pembakaran apapun itu termasuk yang memprovokasi dan menghasut baik di media sosial maupun langusung ujar Zulkarnain.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama