Channel Pers

Audiensi dengan Bupati, DPK Peradah Luwu Timur Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Pemuda Hindu



Luwu Timur, Channelpers.com  – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Luwu Timur menggelar audiensi dengan Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bahri Syam, ST., IPM., di Malili, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Festival Budaya Baleganjur 2026 sekaligus mendorong sinergi pemerintah daerah dalam pemberdayaan pemuda Hindu.

Dalam audiensi tersebut, Pengurus DPK Peradah Luwu Timur memaparkan kesiapan pelaksanaan Festival Budaya 2026 yang dipusatkan di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah Festival Baleganjur sebagai wadah pelestarian seni budaya Hindu sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.

Ketua DPK Peradah Luwu Timur, Kadek Budi Astawa, S.H., mengatakan generasi muda Hindu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya asing.

"Generasi muda Hindu adalah garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perubahan zaman. Peran pemuda Hindu sangat krusial untuk memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup, relevan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.

Festival Baleganjur 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya parade baleganjur dan lomba tabuh kreasi (Baleganjur Ngarap) yang diikuti peserta dari kategori anak-anak hingga remaja. Melalui kegiatan tersebut, Peradah berharap seni baleganjur dapat terus berkembang sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bahri Syam, ST., IPM., menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Baleganjur 2026. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian seni dan budaya di kalangan generasi muda.

Selain membahas festival budaya, audiensi juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pemuda Hindu dalam menghadapi perkembangan Kabupaten Luwu Timur, khususnya di sektor pertambangan dan industri hilirisasi.

Kadek Budi Astawa menilai pemuda lokal harus memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja.

"Kami ingin pemuda Hindu juga ikut terlibat dalam kemajuan daerahnya sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial," katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perusahaan pertambangan perlu terus diperkuat agar potensi sumber daya nikel di Luwu Timur dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi generasi muda lokal.

Salah satu upaya yang diusulkan adalah penyediaan program pelatihan keterampilan teknis, seperti operator alat berat, mekanik, hingga pengolahan mineral. Dengan demikian, pemuda lokal diharapkan memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia industri serta dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah di era hilirisasi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama