Channel Pers

DPRD Luwu Timur Turun ke Towuti, Jalan Tani hingga Layanan Kesehatan Jadi Sorotan



Luwu Timur, Channelpers.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur turun langsung ke lapangan untuk memastikan arah kebijakan anggaran daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja sekaligus monitoring pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari rangkaian pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Muh. Rivaldi, S.H., turun langsung ke Kecamatan Towuti untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang nantinya menjadi bahan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

Muh. Rivaldi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda DPRD Luwu Timur yang dilaksanakan di masing-masing daerah pemilihan untuk memastikan program dan kebijakan anggaran daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini memang agenda DPRD untuk melakukan monitoring APBD Tahun 2026. Kami di Dapil V kembali ke wilayah masing-masing untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Muh. Rivaldi.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kecamatan Towuti, sejumlah kepala desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, serta tokoh masyarakat menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Sejumlah aspirasi yang menjadi perhatian DPRD antara lain pembangunan dan peningkatan jalan tani, jalan produksi, jembatan, sarana pendidikan, hingga fasilitas kesehatan.

Menurut Muh. Rivaldi, peningkatan infrastruktur jalan tani dan jalan produksi memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilisasi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.

“Jalan tani dan jalan produksi ini bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat. Kalau aksesnya baik, tentu akan memudahkan petani mengangkut hasil produksinya. Ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, sejumlah sekolah masih menyampaikan kebutuhan sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional untuk menunjang aktivitas sekolah.

Sementara di sektor kesehatan, aspirasi yang disampaikan mencakup perbaikan dan peningkatan fasilitas puskesmas, penambahan layanan kesehatan, hingga peningkatan pelayanan rawat inap.

Muh. Rivaldi memastikan seluruh aspirasi yang diterima selama monitoring akan menjadi catatan DPRD untuk dibawa ke dalam pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

“Masukan-masukan yang kami terima hari ini akan menjadi catatan untuk pembahasan selanjutnya. Tanggal 7 September nanti kami sudah mulai pembahasan APBD Perubahan, sehingga aspirasi masyarakat ini akan kami bawa,” katanya.

Ia menegaskan, DPRD Luwu Timur berkomitmen agar kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dapat masuk dalam sistem perencanaan dan penganggaran daerah sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

“Kita ingin setiap kebutuhan masyarakat betul-betul masuk dalam sistem perencanaan. Ketika pembangunan itu direalisasikan, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama