Channel Pers

Ketua Serikat Tani dan rekannya Dikeroyok di Luwu Utara Kades Lampuawa Luwu Utara Diduga Terlibat Pengeroyokan, Warga dan LSM Desak APH Usut Tuntas



Channelpers.com -LUWU UTARA — Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang melibatkan oknum Kepala Desa Lampuawa, Haeruddin, bersama sejumlah warga di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menuai sorotan luas. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026 ini menimpa Ketua Serikat Tani Likudengen Desa Uraso, Akis Nurul (58), bersama rekannya, Petrus R (46).  

Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WITA ketika Akis dan Petrus berencana mendatangi kebun mereka untuk memeriksa tanaman jengkol dan durian di kawasan Sumila. Di tengah perjalanan, keduanya mengaku dihadang oleh Kepala Desa Lampuawa beserta sejumlah warga dari Lampuawa.  

Petrus yang tiba terlebih dahulu di lokasi kejadian mendapati rekannya telah dikepung dan dipukul. Sempat terjadi aksi perebutan tombak sebelum akhirnya Akis diduga dikeroyok oleh sekitar tujuh orang sekaligus.  

Akibat insiden tersebut, Akis mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapatkan dua jahitan, sementara Petrus menderita luka akibat pukulan di pipi kiri. Berdasarkan keterangan, kasus ini diduga berlatar belakang konflik lama mengenai dugaan penyerobotan puluhan hektare tanah leluhur warga Kampung Baru, Dusun Kumila, Desa Uraso.  

Menanggapi laporan tersebut, pihak Kepolisian Resor (Polres) Luwu Utara bergerak cepat. Kasi Humas Polres Luwu Utara, AKP Sapri, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.  

"Laporan sudah masuk. Kami sudah mengamankan empat orang, termasuk Kepala Desa Lampuawa, Haeruddin, dan tiga warganya. Pemeriksaan sedang berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap dan tanggung jawab masing-masing pihak," tegas AKP Sapri.

Kendati pihak kepolisian telah mengamankan para terduga pelaku, kasus ini tetap memicu kecaman keras dari masyarakat. Warga menilai tindakan seorang kepala desa yang semestinya menjadi teladan justru mencederai norma sosial.  

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut, lantaran dinilai bersikap arogan alih-alih memberikan contoh yang baik kepada warga. 

Ia mendesak agar Polres Luwu Utara serius mengusut tuntas kasus ini tanpa tebang pilih, terlebih korban sebelumnya telah membeberkan kronologi kejadian melalui siaran langsung di media sosial. Masyarakat sangat berharap proses hukum tidak jalan di tempat hanya karena status tersangka yang merupakan seorang pejabat kepala desa. 
 
Senada dengan warga, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lira, Iwan, yang aktif melakukan pengawasan sosial terhadap kinerja pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH), turut memberikan pernyataan tegas.
  
"Saya Iwan siap mengawal dan memantau proses yang berjalan di Polres Luwu Utara terkait oknum Kepala Desa Lampuawa yang tega melakukan penganiayaan dengan cara mengeroyok," ujar Iwan.
  
Iwan juga berpesan kepada Kapolres dan Kasat Reskrim Luwu Utara agar transparan dan tidak ragu menindak tegas jika terbukti oknum kepala desa tersebut terlibat langsung. Ia mengingatkan agar APH memegang teguh semangat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menegakkan keadilan yang seadil-adilnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama