Channel Pers

Kasus Penganiayaan Tomoni Memanas, Korban Bantah Narasi Hanya Laporkan Adik Lurah



Luwu Timur, Channelpers.com  – Polemik kasus dugaan penganiayaan di Kecamatan Tomoni kembali memanas. Narasi yang beredar di salah satu media daring pada 17 Juli 2026 menyebutkan korban pemukulan Muh. Satria Saputra hanya melaporkan adik Lurah Tomoni, serta membantah adanya pengakuan perbuatan dari oknum lurah berinisial FR.
 
Pihak korban beserta keluarga menyatakan kaget dan merasa sangat dirugikan. Satria secara tegas membantah seluruh isi narasi tersebut dan melayangkan protes keras.
 
Satria mengaku heran dengan pernyataan yang mencatut nama Kanit Reskrim Polsek Mangkutana dalam berita itu.
 
“Saya dan keluarga sangat heran. Padahal saat pemeriksaan BAP di RSUD I Lagaligo Wotu, saya jelas melaporkan keduanya karena merekalah yang melakukan pengeroyokan,” tegas Satria.
 
Ia juga menyoroti kontradiksi soal pengakuan pelaku. Berita yang beredar menyatakan oknum lurah tidak pernah mengakui perbuatannya, padahal penyidik yang menemuinya di rumah sakit sebelumnya justru menyatakan sebaliknya bahwa oknum tersebut sudah mengakui perbuatannya.
 
“Kami keberatan dengan pernyataan yang dikaitkan dengan Kanit Reskrim. Kami minta penjelasan dan klarifikasi resmi kenapa hal itu bisa disampaikan ke publik,” tambahnya.
 
Narasi sepihak ini dinilai telah membentuk prasangka yang menyudutkan korban, seolah kesaksian yang disampaikan sebelumnya adalah kebohongan.
 
Dari sumber yang di himpun media ini, Kapolsek Mangkutana menyatakan kaget dan langsung melakukan pengecekan internal.
 
“Saya juga heran, lalu segera hubungi Kanit Reskrim. Anggota saya menyatakan tidak pernah dihubungi maupun diwawancarai wartawan terkait isi berita tersebut,” ungkap Kapolsek.
 
Pihak kepolisian menyesalkan penerbitan berita tanpa melalui proses konfirmasi silang guna memastikan kebenaran informasi.
 
Sebagai langkah lanjut, Polsek Mangkutana menegaskan akan segera menggelar gelar perkara. Sementara itu, korban berupaya menyampaikan hak jawab kepada media terkait demi meluruskan fakta dan memulihkan nama baik.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama